WELCOME

IPS 3 tahun ajaran 2010/2012adalah salah satu kelas terbaik di antara kelas lain yang ada di SMAN 2 Nganjuk,kelas ini bisa dibilang aneh,lucu,asik atau buruk.

Aneh:bisa dibilang aneh karena siswanya mempunyai karakter sendiri-sendiri

Lucu:yaa mungkin hanya beberapa siswa yg bisa di anggap lucu,tp walaupun sedikit lelucon itu bisa membuat kelas ini penghilang penat

Asik:Kelas ini memang asik dari segi apapun,walau kadang gak kompak tapi bisa membuat nyaman,klop dalam hal buruk itu bisa dibilang asik :P ,tp yg baik juga banyak kok

Buruk:Mendengar kata buruk tak asing lagi kata itu terucap dari para guru,mungkin mereka menilai dari sisi akedemiknya saja,yaa memang kelas ini hanya beberapa saja yg pandai dalam hal akademik tapi buat yg laen tak kalah juga non akademiknya,prestasinya bisa d acungi jempol :)

Inilah sekilas tentang IPS 3 SMADA 2010/2012

Thursday, November 24, 2011

MEMPERBAIKI HARDDISK YANG BAD SEKTOR




Memperbaiki harddisk yang bad Sector

Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :
Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.
Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.

Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.
Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.

Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.Tujuan

Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector
Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.Tahapan 1


Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.

Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.

Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.

Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddiskTahapan 2
Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :
a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).

b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.
Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :

c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.

Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.

d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.

e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.

F. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.

G. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.

Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.

Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.

Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi bad sector.

Saturday, October 22, 2011

Otak Tercerdas di Dunia

Intelligence Quotient (IQ) normal manusia, rata-rata menduduki tingkat 90-110. Bila kita melebihi IQ di atas angka tersebut, berarti kita memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Nah, berikut adalah orang-orang yang memiliki tingkat kecerdasan tertinggi di dunia.


5. MARYLIN VOS SAVANT
Wanita berdarah Amerika Serikat ini merupakan seorang pengarang. Ia memiliki IQ 186. Ia menduduki peringkat ke-3 pemilik IQ tertinggi di Guinness Book Of Record.


4. SIR ISAAC NEWTON
Siapa yang nggak kenal teori apel jatuhnya Newton? Ilmuan yang menyimpulkan adanya gaya gravitasi ini memiliki IQ 190. Issac Newton merupakan pria berkewarganegaraan Inggris.


3. CHRISTOPHER LANGAN
Pria berdarah Amerika Serikat ini IQ-nya mencapai 195. Ia berada dalam peringkat nomor 2 pemilik IQ tertinggi di Guinness Book Of Record.


2. KIM UNG YONG
Dalam Guinness Book Of Record, Kim menduduki peringkat pertama dengan IQ tertinggi di dunia saat ini, yaitu 210. Sejak usia 3 tahun, Pria berkewarganegaraan Korea ini, sudah dapat membaca dan menulis dalam 4 bahasa.


1. JAMES SIDIS
Pria berkebangsaan Amerika Serikat ini memiliki IQ lebih dari 250. Saat berusia 11 tahun, Ia sudah masuk Universitas lho. Selama hidupnya, ia juga menguasai 200 bahasa dan berhasil menghafal 1 bahasa secara keseluruhan hanya dalam waktu 1 hari.

Kepergian Steve Jobs, Sang Pendiri Apple


Rabu, 5 Oktober 2011, dunia dikejutkan oleh berita meninggalnya Steve Jobs, penemu dan pendiri perusahaan teknologi informasi raksasa Apple Incorporation. Selama 56 tahun hidupnya, pencipta iPod, iPhone, dan iPad ini, telah menghasilkan banyak kreativitas dan kemajuan di bidang teknologi informasi.

Lahir di San Fransisco pada tanggal 24 Februari 1955, Steven Paul Jobs mendirikan perusahaan Apple bersama sobat semasa SMA-nya, Steve Wozniak. Di garasi Silicon Valley, mereka memproduksi komputer Apple I, komputer pribadi (PC) pertama, pada tahun 1974. Lewat produknya, Steve berusaha mengubah cara orang menggunakan komputer. Tidak hanya bisa melakukan pekerjaan yang serius dan teknis, tapi komputer juga bisa digunakan untuk menikmati musik bahkan berkomunikasi.

Dengan misinya ini, Apple meluncurkan iPod, music player yang legendaris itu pada tahun 2001, berikut toko musik online, iTunes dimana kita bisa membeli musik secara legal. Tanggapannya luar biasa! Di minggu pertama penjualan, Apple berhasil menjual 1 juta lagu. Kesuksesan iPod berlanjut dengan lahirnya gadget keren lain seperti iPhone dan iPad.

Namun, di tengah kesuksesan Apple, Steve Jobs justru memilih untuk mengundurkan diri sebagai CEO (Chief Executive Officer) Apple pada Agustus 2011 lalu. Dan tanggal 5 Oktober lalu, si jenius yang terkenal dengan jargon “Stay hungry, Stay foolish” ini, meninggal dunia karena penyakit kanker pankreas yang dideritanya sejak tahun 2004. Ucapan bela sungkawa yang tak henti-hentinya mengalir hingga berhasil menduduki trending topic di situs twitter, menandakan begitu banyak pihak yang kehilangan sosoknya. Rest in peace, Steve Jobs!